Gubernur Herman Deru Tegaskan FEK 2026 Jaga Identitas dan Persatuan Sumsel

“Pertahanan budaya, saya tidak ingin masing-masing budaya daerah punah. Kita hormati, kita hidupkan. Mari kita mempertahankan dan mengembangkannya. Syukur-syukur bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, kekayaan budaya yang dimiliki Sumsel dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi masyarakat, termasuk melalui pelestarian adat dan budaya dalam berbagai kegiatan kehidupan masyarakat.
Selain pelestarian budaya, Herman Deru juga mendorong FEK untuk memperkuat kepedulian sosial. Kepedulian tersebut diharapkan tidak hanya ditujukan kepada anggota internal organisasi, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat Sumatera Selatan.
Ia bahkan berharap keberadaan FEK dapat mendorong masyarakat untuk terus menggunakan dan melestarikan adat istiadat dalam berbagai momentum kehidupan.
“Minimal ke depan, setiap suku dan budaya ini kalau ada saudara yang sedang di pelaminan tetap memakai adat dan budayanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum FEK Sumsel Ghofar Pasolong mengatakan para pengurus merasa lega karena setelah menunggu cukup lama, akhirnya Gubernur Sumsel berkesempatan mengukuhkan kepengurusan FEK periode 2026–2031.
Menurutnya, setelah pengukuhan tersebut, jajaran pengurus akan segera menjalankan sejumlah program yang pada intinya menjaga Sumatera Selatan tetap kompak dan zero conflict.
“Setelah pengukuhan ini, kami akan melaksanakan sejumlah program. Intinya adalah bagaimana menjaga Sumsel tetap kompak dan zero conflict,” kata Ghofar.
Dengan bergabungnya 72 suku dalam satu wadah, FEK diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, menjaga keberagaman, melestarikan budaya, serta mendukung terciptanya suasana Sumatera Selatan yang aman, harmonis, dan kondusif.





