Jaga Integritas 7.761 ASN, Kemenag Sumsel Perkuat Pengelolaan Konflik Kepentingan

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan memperkuat upaya menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN) dengan memassifkan sosialisasi pengelolaan konflik kepentingan atau Conflict of Interest (COI).
Sosialisasi Pengisian Modul Pengelolaan Konflik Kepentingan tersebut digelar secara hybrid di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Selasa (1/9/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (2/9/2026) dan diikuti jajaran Kemenag dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pengisian modul COI secara serentak yang dijadwalkan pada 8 September 2026.
Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, mengatakan pemahaman mengenai konflik kepentingan penting dimiliki seluruh ASN, tidak hanya pejabat yang berada di posisi tertentu.
Menurutnya, dalam menjalankan tugas sehari-hari terkadang terdapat tindakan atau keputusan yang terlihat biasa, namun tanpa disadari dapat menimbulkan konflik kepentingan dan berpotensi merugikan institusi.
“Kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan ternyata konflik kepentingannya tinggi, atau berpotensi tidak memiliki dampak yang positif bagi lembaga, bahkan kecenderungan merugikan lembaga atau institusi,” ujar Syafitri.
Ia mencontohkan, potensi konflik kepentingan dapat muncul dalam berbagai aktivitas kedinasan, mulai dari persoalan kedisiplinan pegawai hingga proses pengambilan kebijakan.
Karena itu, Syafitri meminta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom menyimak materi dengan serius.
“Saya minta para peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui media Zoom, untuk menyimak dan mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh demi mendukung pengawasan serta penertiban benturan kepentingan secara terorganisir,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel, Taufiq, menjelaskan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari pembekalan sebelum pengisian modul COI dilakukan secara serentak.





