Urai Arus Mudik, Polda Sumsel Siapkan Kantong Kendaraan Berat di Perbatasan Muba-Jambi

Apel yang dipimpin Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol M. Rendra Salipu selaku Wakil Kepala Satgas Opsda mencatat kehadiran lengkap 199 personel satgas pada hari kedua operasi.
Dalam arahannya, Rendra Salipu menegaskan agar setiap satuan tugas segera melaksanakan analisis dan evaluasi operasional di posko masing-masing setelah apel pagi serta memastikan seluruh personel memahami tugas pokok dan fungsinya.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan bahwa seluruh jajaran Polda Sumsel bergerak secara terkoordinasi untuk menjaga kelancaran arus mudik di wilayah Sumatera Selatan.
“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan, pengaktifan Tim Urai Macet, serta pemantauan di seluruh pos adalah langkah strategis untuk memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa seluruh personel satgas akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Musi 2026 berlangsung.
“Kami memastikan setiap jalur mudik terpantau, setiap pos berfungsi optimal, dan setiap personel memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Polda Sumsel mengimbau pengemudi kendaraan angkutan berat untuk mematuhi kebijakan pengantongan kendaraan yang diberlakukan selama periode operasi.
Pemudik juga diimbau memanfaatkan pos pelayanan yang tersedia di jalur mudik untuk memperoleh informasi kondisi lalu lintas, layanan kesehatan, maupun bantuan darurat.
Operasi Ketupat Musi 2026 sendiri akan berlangsung hingga 25 Maret 2026 untuk memastikan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Selatan.





