Gubernur Herman Deru Tegaskan FEK 2026 Jaga Identitas dan Persatuan Sumsel

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berharap Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan mampu menjadi benteng budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Sumatera Selatan.
Harapan tersebut disampaikannya menyusul berhimpunnya 72 suku yang ada di Sumsel dalam satu wadah organisasi tersebut.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel bersama Elemen Masyarakat Khatulistiwa sekaligus Pengukuhan Pengurus Forum Emas Khatulistiwa (FEK) Sumatera Selatan Periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (4/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat atas terbentuk dan dikukuhkannya kepengurusan FEK Sumsel.
Menurutnya, FEK merupakan organisasi yang lahir dari keikhlasan dan niat bersama untuk memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Tentu sebagai pimpinan daerah bersama Wagub dan Forkopimda merasa bertambah organisasi di provinsi ini yang dapat menjadi perpanjangan tangan dalam penyelesaian berbagai problem yang ada di daerah kita,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan, modal terbesar dalam pembangunan daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga ketenteraman, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.
“Kalau ketenteraman dan kegotongroyongan itu tidak sejalan, pasti akan keropos dalam pembangunannya,” katanya.
Herman Deru juga mengapresiasi kemauan seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah melalui organisasi FEK.
Ia berharap FEK tidak hanya menjadi organisasi yang hadir untuk kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Selatan.
“Atas upaya ini tentu saya dan Wagub punya tanggung jawab moril dan materiil terhadap jalannya organisasi ini. Jangan sampai organisasi budaya yang kita kukuhkan ini hanya untuk seremonial saja. Dengan keberagaman suku dan budaya, FEK harus dapat berperan membangun daerah Sumsel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa keberadaan FEK harus mampu menjadi benteng dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan kebudayaan yang dimiliki masing-masing suku. Ia berharap tidak ada budaya daerah yang punah akibat perkembangan zaman.





