Cetak Generasi Melek Keuangan, Kemenag Sumsel dan BI Gelar Kick Off Edukasi Kebanksentralan

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap poin-poin strategis dalam kerja sama ini tidak hanya berdampak bagi para ASN Kemenag, tetapi juga dapat ditularkan secara masif kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sumsel.
“Di Sumatera Selatan terdapat 94 madrasah negeri mulai dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, serta sekitar 1.380 madrasah swasta dan kurang lebih 725 pondok pesantren yang memiliki izin operasional. Ini adalah potensi besar bagi penguatan literasi dan edukasi kebanksentralan,” ujar Syafitri.
Ia menjelaskan bahwa keunggulan utama pendidikan di madrasah dan pondok pesantren terletak pada penekanan nilai-nilai akhlak dan adab yang berpadu dengan kurikulum umum. Minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di madrasah pun terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya.
“Hari ini madrasah sudah jauh lebih maju dan minat masyarakat sangat tinggi, bahkan daya tolak pendaftaran di beberapa madrasah favorit mencapai 300 hingga 400 persen. Kehadiran program edukasi dari Bank Indonesia ini tentu menjadi penguat ekosistem pendidikan madrasah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan yang kuat,” tambahnya.
Melalui kerja sama ini, kedua instansi berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara berkala guna memastikan program edukasi kebanksentralan dan digitalisasi pembayaran dapat terimplementasi secara efektif di seluruh jenjang madrasah di Sumatera Selatan.(YL)





