Dipicu Dugaan Perselingkuhan, Pekerja Bendungan Tiga Dihaji Tewas, 2 Terduga Pelaku Serahkan Diri

MUARADUA, SRIWIJAYATERKINI.CO – Dua orang yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap seorang pekerja proyek Bendungan Tiga Dihaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), akhirnya menyerahkan diri kepada polisi.
Kedua terduga pelaku berinisial JK dan IN, warga Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, mendatangi Mapolres OKU Selatan pada Jumat (21/8/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Keduanya datang bersama pihak keluarga.
Setelah tiba di Mapolres OKU Selatan, JK dan IN langsung dibawa ke ruang penyidik Satreskrim untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan terhadap SH (49), pekerja proyek strategis Bendungan Tiga Dihaji.
Sebelumnya, polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku lainnya berinisial SM (52). Dengan menyerahkan dirinya JK dan IN, seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum.
Berawal dari Dugaan Perselingkuhan
Kasus tersebut diduga bermula dari persoalan pribadi. Berdasarkan keterangan Satreskrim Polres OKU Selatan, kekerasan terhadap korban diduga dipicu oleh persoalan dugaan perselingkuhan antara SH dengan istri salah seorang terduga pelaku.
Persoalan tersebut kemudian berkembang hingga terjadi pertemuan antara korban dan para terduga pelaku.
Sekitar pukul 20.30 WIB, para terduga pelaku mendatangi tempat kos korban untuk meminta penjelasan mengenai persoalan yang dipermasalahkan. Namun, pembicaraan tersebut justru berubah menjadi pertengkaran.
Situasi kemudian memanas dan diduga berujung pada tindakan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban.
Setelah kejadian tersebut, korban dibawa untuk menghadap Kepala Desa. SH datang bersama sejumlah rekan sesama pekerja, sementara pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan juga berada di lokasi.
Namun, bukannya berakhir damai, situasi kembali memanas.
IN diduga melakukan pemukulan dan tendangan berulang kali ke arah kepala serta tubuh korban. Keributan tersebut kemudian berusaha dilerai oleh orang-orang yang berada di lokasi.
Dalam situasi tersebut, seorang oknum kepala desa yang berada di tempat kejadian juga diduga melakukan pemukulan terhadap korban setelah sebelumnya berupaya memisahkan pihak yang berselisih.





