Hari Keempat Penanganan Karhutla, Satbrimob Polda Sumsel Fokus Padamkan Bara di Lahan Gambut

Setelah proses penyemprotan, personel melanjutkan dengan penyisiran kawasan terdampak. Pemantauan juga dilakukan berdasarkan koordinat titik panas untuk memastikan area yang telah ditangani benar-benar dalam kondisi aman.
Langkah tersebut dilakukan secara berulang mengingat potensi munculnya kembali api dari bara yang masih berada di bawah permukaan tanah.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan penanganan karhutla di wilayah gambut membutuhkan proses yang lebih teliti dan berkelanjutan.
“Penanganan di lahan gambut membutuhkan ketelitian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, pemadaman dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman serta tidak kembali memunculkan titik api,” katanya.
Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel bersama jajaran terus mengoptimalkan personel dan sarana pendukung untuk menangani karhutla di wilayah terdampak.
Selain pemadaman, proses penanganan mencakup pendinginan, penyisiran, serta pemantauan titik panas guna mencegah kebakaran kembali meluas.
Upaya tersebut dilakukan untuk menekan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki karakter lahan gambut.
Polda Sumsel juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam mempercepat deteksi titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas.(DHO)














