Kakanwil Kemenag Sumsel Hadiri Pengukuhan IWSS, Soroti Peran Perempuan Jaga Kerukunan

“Tugas organisasi ini yang pertama adalah memegang prinsip ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’ dengan selalu menghormati budaya setempat,” tegas Herman Deru.
Tugas berikutnya, IWSS diharapkan mampu menjadi penyaring di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan budaya dari luar.
“Kedua, IWSS harus menjadi benteng serta filter di tengah derasnya arus informasi dan masuknya budaya asing,” lanjutnya.
Adapun tugas ketiga adalah menjaga keberlangsungan budaya dan adat warisan leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Dan yang ketiga, terus mempertahankan budaya adat warisan leluhur,” kata Herman Deru.
Herman Deru juga mengapresiasi karakter perempuan Sulawesi Selatan yang menurutnya dikenal tangguh, setia, dan berani dalam menjaga keluarga maupun organisasi.
Pelantikan PW IWSS Sumsel periode 2026–2031 berlangsung dengan nuansa budaya Sulawesi Selatan. Acara diawali dengan penampilan Tari 4 Etnis yang merepresentasikan kekayaan budaya Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus oleh Sekjen PP IWSS Andi Sriawan. Setelah itu, Ketua Umum PP IWSS Andi Nurhiyari memimpin prosesi pengukuhan sekaligus pembacaan ikrar pelantikan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi awal bagi pengurus baru PW IWSS Sumsel untuk menjalankan berbagai agenda organisasi selama lima tahun ke depan.
Dengan kepengurusan baru tersebut, sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan diharapkan semakin erat.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menjaga Sumatera Selatan tetap menjadi daerah yang kondusif, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam.(YL)





