Bukan Libur! Siswa TK hingga SMP di Palembang Mulai Besok Dialihkan ke PJJ

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Siswa TK hingga SMP sederajat di Kota Palembang mulai Rabu, 9 September 2026, tidak lagi mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah.
Namun, kebijakan tersebut bukan berarti siswa diliburkan. Pemerintah Kota Palembang mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara.
Melalui kebijakan ini, para siswa tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah dengan pendampingan orang tua dan pengawasan guru. Kurikulum pendidikan juga tetap berjalan seperti biasa.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 33 yang diterbitkan pada Selasa, 8 September 2026.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, penerapan PJJ dilakukan setelah Pemkot Palembang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta sejumlah stakeholder terkait.
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap karhutla menjadi salah satu pertimbangan utama. Paparan polusi dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan anak-anak, terutama meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
“Mulai besok diadakan pembelajaran jarak jauh dengan catatan tetap ada pendampingan dari orang tua di rumah. Pembelajaran juga harus tetap sesuai dengan kurikulum yang ada,” ujar Ratu Dewa, Selasa (8/9/2026).
Dengan diberlakukannya PJJ, aktivitas siswa di lingkungan sekolah untuk sementara dihentikan. Kendati demikian, kegiatan akademik tetap berlangsung sehingga siswa tidak diperbolehkan menganggap kebijakan tersebut sebagai masa libur.
Guru tetap memberikan materi dan tugas pembelajaran, sedangkan orang tua diharapkan memastikan anak mengikuti kegiatan belajar dari rumah sesuai jadwal yang ditentukan sekolah.
Selain memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan, Pemkot Palembang juga memberi perhatian terhadap kebutuhan gizi siswa.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diupayakan berjalan meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Teknis pembagiannya akan disesuaikan, termasuk dengan meminta orang tua mengambil makanan di sekolah masing-masing.





