Bukan Libur! Siswa TK hingga SMP di Palembang Mulai Besok Dialihkan ke PJJ

“MBG saya harapkan tetap diberikan. Teknis pelaksanaannya, para orang tua silakan mengambil di sekolah masing-masing,” kata Ratu Dewa.
Penerapan PJJ dilakukan di tengah kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang fluktuatif akibat dampak karhutla. Di sisi lain, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi perhatian pemerintah.
Faktor lain yang turut diperhitungkan adalah potensi sebaran debu vulkanik dari aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Kondisi tersebut membuat pemerintah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Meski demikian, Ratu Dewa mengimbau masyarakat tidak panik. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum kembali membaik.
Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi risiko terpapar polutan maupun partikel debu.
“Sebisa mungkin tetap di rumah. Kalau terpaksa keluar, jangan lupa gunakan masker dan kacamata standar jika ada partikel debu vulkanik,” tuturnya.
Ratu Dewa juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat membersihkan debu yang kemungkinan menempel di lingkungan rumah. Debu dianjurkan dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar tidak mudah beterbangan dan terhirup.
“Kalau ada debu, usahakan disiram dulu baru disapu,” ujarnya.
Pemkot Palembang berharap kebijakan PJJ ini dapat membantu mengurangi paparan polusi terhadap anak-anak. Sementara itu, aktivitas pembelajaran tetap berjalan hingga kondisi udara dinilai lebih aman untuk kembali melaksanakan sekolah tatap muka.
Jadi, mulai besok siswa TK hingga SMP di Palembang memang tidak datang ke sekolah, tetapi bukan berarti libur. Mereka tetap belajar dari rumah melalui sistem PJJ.(YL)





